Tujuan Dan Hikmah Ibadah Haji Menurut Al Quran Dan Hadist

Category : TIPS N TRIK
Tujuan Dan Hikmah Ibadah Haji Menurut Al Quran Dan Hadistby Arminareka Perdanaon.Tujuan Dan Hikmah Ibadah Haji Menurut Al Quran Dan HadistTujuan Dan Hikmah Ibadah Haji Menurut Al Quran Dan Hadist, Pada hakikatnya, manfaat ibadah haji dapat diketahui melalui pengalaman pribadi. Masing-masing jemaah haji pasti memiliki pengalaman dan kenikmatan tersendiri ketika beribadah di tanah suci, yang berbeda antara satu sama lainnya. Selain pengalaman pribadi, tujuan ibadah haji (maqashid al-haj)dapat diketahui melalui bimbingan langsung Allah SWT dan Nabi Muhammad […]

tujuan dan hikmah ibadah hajiTujuan Dan Hikmah Ibadah Haji Menurut Al Quran Dan Hadist, Pada hakikatnya, manfaat ibadah haji dapat diketahui melalui pengalaman pribadi. Masing-masing jemaah haji pasti memiliki pengalaman dan kenikmatan tersendiri ketika beribadah di tanah suci, yang berbeda antara satu sama lainnya. Selain pengalaman pribadi, tujuan ibadah haji (maqashid al-haj)dapat diketahui melalui bimbingan langsung Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Hal ini tentu dengan merujuk kepada al-Qur’an dan Hadis yang diwariskan Rasulullah SAW.

Sebenarnya ada banyak tujuan, hikmah, dan rahasia yang terkandung dalam  ibadah haji, baik yang disebutkan langsung al-Qur’an dan Hadis, atau melalui penjelasan dan pemahaman para ulama. Di antara tujuan ibadah haji ialah melanggengkan zikir kepada Allah,  menegaskan keesaan Allah SWT, membersihkan diri dari sifat tercela, meningkatkan ketakwaan,  mengindahkan perintah dan larangan Allah, dan memperkuat persaudaraan. Berikut rinciannya:

1. Melanggengkan Zikir Kepada Allah

Semua ibadah tujuannya mengingat Allah (zikir). Contohnya shalat, dalam al-Qur’an dinyatakan:

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي

Artinya:

Yakinlah bahwa Aku adalah Allah yang tiada Tuhan selain-Ku. Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku”(QS Thaha: 14).

Tujuan ibadah haji tampaknya tidak jauh berbeda dari tujuan shalat, yaitu sama-sama mengingat Allah dan melanggengkan zikir. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Qur’an:

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

Artinya:

“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril haram. dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar Termasuk orang-orang yang sesat”  (QS al-Baqarah: 198).

Dalam hadis diriwayatkan Aisyah dikatakan:

إِنَّمَا جُعِلَ الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ وَالسَّعْيِ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ لِإِقَامَةِ ذِكْرِ اللَّهِ

Artinya:

            “Sesungguhnya tujuan thawaf, sa’i antara shafa dan marwah, dan melempar jamrah ialah untuk mengingat Allah” (HR Ahmad).

Mengingat Allah dirasa penting dalam setiap ibadah, baik shalat, puasa, ataupun haji. Mengerjakan ibadah sembari tetap berzikir bukanlah perkara mudah. Banyak orang terjebak dan lupa kepada Allah SWT walaupun sedang beribadah. Nabi menyebut zikir sebagai jihad paling agung. Dalam hadis riwayat Ahmad dan Thabrani, seorang laki-laki bertanya kepada Nabi tentang jihad yang paling agung, Nabi Muhammad menjawab,“Orang yang paling banyak berzikir”.

Ibnu Qayyim mengatakan, “Sesungguhnya amalan paling utama ialah amalan yang disertai dengan banyak zikir; puasa yang utama ialah puasa yang dibarengi zikir, sedekah yang utama ialah sedekah yang disertai haji, dan haji yang utama ialah haji yang dilengkapi dengan banyak berzikir.”

Ibnu Rajab menambahkan, amalan paling utama saat haji ialah zikir. Allah memerintahkan di banyak tempat untuk memperbanyak berzikir. Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الْحَجِّ الْعَجُّ وَالثَّج

Artinya:

            “Haji yang afdhal adalah al-‘aj (mengeraskan suara saat takbir dan talbiyah) dan dan al-tsaj (dzkiri dengan suara keras saat menyembelih)” (HR Tirmidzi).

Kendati zikir sangat penting saat ibadah haji, namun perlu diingat yang dimaksud zikir tidak cukup sekedar melafalkan dalam lisan, tetapi mesti diiringi dalam hati. Bukan hanya lidah saja yang berzikir, tapi hati juga harus selalu mengingat Allah. Itulah yang dimaksud Allah dalam firman-Nya:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Artinya: 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal” (QS Al-Anfal: 2).

Related Posts

Leave a Reply