Tata cara haji Tamattau, Qiran, dan Ifrad

Category : HAJI
Tata cara haji Tamattau, Qiran, dan Ifradby Arminareka Perdanaon.Tata cara haji Tamattau, Qiran, dan IfradSaat kita ingin melaksanakan haji, tentunya kita harus mengetahui betul tata cara haji. Karena saat kita akan melakukan haji tentunya harus mengerti betul tata cara haji sebaik-baiknya. Dalam melakukan ibadah haji terdapat 3 tata cara haji  yaitu : Tamattu, Qiran, dan Ifrad Tata cara Haji Tamattu’ ialah berihram untuk umroh pada bulan-bulan haji (yaitu mulai dari […]
Saat kita ingin melaksanakan haji, tentunya kita harus mengetahui betul tata cara haji. Karena saat kita akan melakukan haji tentunya harus mengerti betul tata cara haji sebaik-baiknya.
Dalam melakukan ibadah haji terdapat 3 tata cara haji  yaitu : Tamattu, Qiran, dan Ifrad

Tata cara haji Tamattau, Qiran, dan Ifrad

Tata cara Haji Tamattu’ ialah berihram untuk umroh pada bulan-bulan haji (yaitu mulai dari hari pertama bulan Syawal sampai terbit fajar pada hari ke sepuluh bulan Dzulhijjah ) lalu bertahallul. Kemudian berihram untuk haji dari Mekkah atau sekitarnya pada hari Tarwiyah (tanggal 8 Dzul Hijjah) pada tahun umrohnya tersebut. Atau juga, haji Tamattu’ di mana seseorang melakukan ihram umroh terlebih dahulu sebelum melakukan ihram untuk haji. Bagi jamaah haji Indonesia yang jadwal kedatangannya awal biasa melaksanakan haji tamattu’, yaitu ketika datang ke Mekkah, melaksanakan ihram dam melafadzhkan niat umroh.
“Labbaika Allahmma ‘umrotan. Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk Umroh.”
Sebelumya disarankan untuk mandi dam berwudhu ketika berpakaian ihram. Kemuadian shalat sunnah dua rakaaat, baru melakukan niat di miqat (tempat) yang telah ditentukan. Kemudian setelah melaksanakan thawaf dan sa’i lalu meggunting rambut, calon jamaah haji melakukan kegiatan seperti biasa dengan tidak menenakan kain ihram. Maka pada tanggal 8 Dzulhijjah dilanjutkan dengan berniat haji.
“Labbaika allahumma hajjan. Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk ibadah haji.”
Niat tersebut disunnahkan untuk dilafadzhkan sebagai mana dilakukan oleh Rosulullah dan para sahabat.
Tata Cara Haji Qiran ialah berihram untuk umroh dan haji sekaligus pada bulan-bulan haji, dan tetap dalam keadaan ihram (tanpa tahallul) sampai hari Nahar (tanggal 10 Dzulhijjah). Atau berihram untuk umroh pada bulan-bulan haji, kemudian sebelum melakukan Thawaf umroh ia memasukan niat haji.
Dengan ucapan niat sebagai berikutt
“Labbaika Allahmma hajjan wa ‘umrotan. Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk Beribadah haji dan Umroh.”
Bagi mereka yang melakukan haji tamattu’ atau haji Qiran wajib membayar dam dengan menyembelih seekor domba di Mina. Haji Qiran ini dipilih oleh jamaah yang karena suatu hal tidak dapat melaksanakan umroh sebelum dan sesudah hajinya, biasanya karena waktu tinggal di Tanah Suci yang terbatas.
Dengan demikian kita tidak perlu bingung. Jamaah haji Indonesia yang datang ke Tanah Suci periode awal atau tengah biasanya melakukan haji Tamattu’ yaitu melaksanakan umroh terlebih dahulu baru haji. Bagi mereka yang datang mepet waktu haji maka mereka berhaji erlebih dahlu dan kemudian baru umroh (haji Ifrad) atau melakukan niatnya bersamaan (haji Qiran).
Tata Cara Haji Ifrad ialah berihram untuk haji pada bulan-bulan haji dan miqat, atau dari rumahnya bagi yang tinggal di daerah antara miqat dan Mekkah, atau dari Mekkah bagi yang tinggal disana. Kemudian ia tetap dalam keadaan ihram sampai hari Nahar, ini apabila ia membawa besertanya Hadyu  (hewan sembelihan), kalau tidak maka dianjurkan baginya untuk merubah nioat hajinya kepada umroh, sehingga menjadi haji Tamattu’ kemudian ia melakukan thawaf, lalau sa’i dan memendekan rambutnya, kemudian tahallul, sebagaimana yang telah diperintahkan Nabi SAW kepada orang-orang yang berihram haji, yang tidak membawa beserta mereka hewan sembelihan. Begitu pula bagi yang berihram untuk haji Qiran, dianjurkan untuk merubahnya menjadi haji Tamattu’ apabila ia tidak membawa besertanya hewan sembelihan berdasarkan perintah Nabi di atas. dengan mengucapkan niat,
“Labbaika allahumma hajjan. Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk ibadah haji.”
Selesai melakukan ibadah haji, setelah tahallul tsani (kedua) dilanjutkan degan ihram umroh dari miqat terdekat (Tan’im, Ji’ranah dan lain-lain) dengan melafadzhkan niat:
“Labbaika Allahmma ‘umrotan.    .”
Pada zaman Nabi SAW haji Ifrad dilakukan oleh orang yang membawa hewan qurnan dari negerinya. Bagi jamaah haji Indonesia yang datang ke Tanah Suci mendekati hari H, yaitu kurang lebih 5 hari sebelum wukuf di Arafah, haji Ifrad biasa dilakukan.
Diantara tiga cara haji tersebut, yang lebih afdhal adalah haji Tamattu’ bagi yang tidak membawa hewan sembelihan, karena Rosulullah SAW telah memerintahkan hal itu kepada para sahabat, dan menekannya kepada mereka.
semoga artikel yang kami sediakan ini bermanfaat dan sangat membantu anda untuk yang ingin melaksanakan haji namun belum tahu detail tata cara haji.
sumber : DR. H. Miftah Faridl

Related Posts

Leave a Reply